Wahai Perempuan dengan Ribuan Kenangan dan Sejuta Rahasia!

Jika kubawa kata-kata pergi
mengelilingi bumi
Masih bisakah kamu mendengar bunyi puisi yang mengisi kehampaan udara
Yang terkadang bernyanyi merayakan pertemuan kita berdua dalam satu perasaan yang sama?

Kita adalah kata-kata ditakdirkan berpijak pada ranah sajak yang berbeda
untuk memberi ragam warna pada maknanya
agar ada yang bijak memahami arti puisi cinta sebagai untaian kebahagian, bukan sebagai rinai kesedihan tak berkesudahan.

Hujan akan reda
Tapi kenangan akan berbeda
tak berhenti mencurahkan perasaan pada ingatan perempuan yang selalu ramai dengan berbagai andai……

(STAR 1015. Banda Aceh, 26122017, 13.51)

Advertisements

Kutuliskan Kita

Kutuliskan nyanyian perasaan; lagu rindu yang terdengar sendu di telinga perempuan-perempuan yang sedang menanti langit hati berubah warna, nyala merah cinta

Cinta darimu adalah curahan hujan yang tidak sampai menjadi genangan di depanku, hanya membasahkan sebentar.

Kutuliskan juga kenangan yang sudah basah pada mata yang tiada lelahnya menyapa beberapa hal yang akan mudah hilang ketika kita menyimpannya sebagai bagian ingatan

Ingatan padamu adalah sinar rembulan yang kemudian sirna ketika pagi datang menjadi hari yang lebih terang menyembunyikan kegelapan.

(STAR 1014. Banda Aceh, 26122017, 13.45)

Turbulensi Aneh pada Jakarta – Banda Aceh

Penyair kita sangat lihai menerbangkan perasaannya bersama pesawat udara,
lewat kata-kata yang melambai-lambai dari luar jendela

Di kursi dua puluh satu D dia bertanya apa,
Apa yang ingin dikatakan kata-kata pada suatu ketinggian yang diguncang kecemasan?
Cinta?

Tapi cinta tidak tepat diucapkan tanpa kepastian.

Penyair kita teringat kepada ibu Kenangan yang berkata jangan
pada Lupa yang mengajaknya ke ketiadaan
karena ada beberapa hal yang harus diwariskan pada anak-anak Perasaan
agar mereka belajar jadi dewasa dan tidak cepat suka pada kata-kata yang dapat membuat luka.

Goncangan pada tubuh udara meluruhkan keinginannya untuk menjauh dari keriuhan bumi,
Ada kehampaan udara atau gumpalan cumolonimbus yang menyapa
dan sekaligus menyentuh ketakutan tanpa berkata apa-apa

Tapi cinta tidak cepat dikatakan, bukan?

(STAR 1013. Banda Aceh, 21092017, 10.46)

Cinta Adalah Hembusan Kehidupan Sehingga Kita Mengenal Kekekalan-Nya dan Kematian Kita

Cinta adalah kosakata yang sering hilang dari kamus bahasa
Karena sering dipinjam orang untuk memberi definisi pada sesuatu yang ganjil di pikirannya, yang muskil diterjemahkan dengan kata-kata biasa

Orang-orang ramai memakai kata cinta untuk menyatakan perasaannya dengan arti yang berbeda-beda
Sehingga cinta dikembalikan kepada kamus bahasa setelah disempitkan maknanya.

Aku akan mengatakan cinta
pada kamu
Dengan cinta yang sudah menjadi udara
Yang perlu kamu hirup untuk hidup
Yang sudah terbebas dari ikatan bahasa

Maka bernafaslah dengan tenang
Karena cinta bisa dinyatakan dengan terang-terangan

(STAR 1012. Banda Aceh, 27082017, 23.30)

Ketika Penyair Sedang Menyebrangi Perasaannya

Ha ha ha
Tiba-tiba penyair mati ditabrak kereta kata

(STAR 1011. Banda Aceh, 27082017, 12.59)

Dua Tujuh

/1/Terkadang hujan datang
/2/tapi penyair kita sedang menghilang
/3/dalam bayang-bayang hari yang mengiringi matahari ke ujung petang

***

/4/Wahai penyair kita,
/5/Awan lebih dahulu tahu cara melepaskan
/6/Dengan perlahan-lahan
/7/Sebelum tanganmu belajar cepat menggenggam dan mengenal kehilangan yang sangat besar

***

/8/Duhai penyiar kata,
/9/Terkadang hujan menyentuh bagian perasaan yang kita rahasiakan
/10/Seperti membasuh biji kering dalam tanah
/11/sehingga akan tumbuh akar, batang, daun, dan bunga sendiri
/12/kemudian berbuah manis untuk dimakan orang lain

/13/Tidak apa-apa
/14/Meskipun awalnya getir di pangkal takdir
/15/walaupun cinta menumbuhkan luka
/16/kemudian kata-kita menyembuhkan apa saja

***

/17/Terkadang hujan mengenal kita
/18/sebagai pasangan kata yang terkenal pada sebuah puisi lama
/19/yang suka berjalan-jalan di bawah rintik-rintiknya
/20/untuk menemukan titik-titik warna
/21/yang berbeda pada detik-detik yang menghabisi kita tanpa henti

***

/22/Wahai penyair kita
/23/Tak perlu berlari mencari warna-warni cinta ke ujung bumi
/24/Terkadang kita sedang berdiri sendirian
dan ada pelangi yang datang menghiasi kesepian langit hati

***

/25/Selamat berulang tahun, penyair muda!
/26/meskipun kemarin lupa
/27/dan tanpa ucapan apa-apa, selalu ada kecupan pada bibir kata

(STAR 1010. Banda Aceh, 21082017, 20.20)

Senantiasa Ada

Jika hanya dengan kerinduan
Kata-kata bisa menemukan rahasia perasaan
Di udara yang bergerak bebas
Di dada yang sesak dengan kecemasan,
Perempuan dan waktu yang memburu sesuatu di masa depan
Akan meluaskan pemahaman pada kerumitan cinta
Yang senatiasa ada

Dan rinai hujan beramai-ramai mengunjungi hutan kepala perempuan yang lebat pekat melindungi kenangan
yang mudah basah dengan curahan perasaan

(STAR 1009. Banda Aceh, 05082017, 15.09)

Cinta Hanya Akan Menemukan Bekasnya di Antara Kita

maka cinta tidak menemukan batasnya
di antara kau dan aku

(STAR 1008. Banda Aceh, 31072017, 19.05)

Hanya Kata-Kata

hanya kata-kata yang tetap berucap cinta
dengan setianya
dengan manisnya
ketika tangan merasakan kehilangan
setelah meraba-raba dada dan menemukan terowongan duka
yang menganga seberapa lama

hanya kata-kata yang mungkin ingin menggenggam jemarimu
dengan hangat
dengan eratnya,
jemari yang dingin dan gemetar
karena kehilangan lingkaran takdir yang sedang berputar-putar sebentar
di tangan orang yang berlainan

hanya kata-kata yang kupunya
misalnya untuk menuliskan perihal kerinduan yang semakin mahal dijual
orang-orang yang tidak pernah mengenal kesepian

(STAR 1007. Banda Aceh, 31072017, 18.29)

Sebetapa Hebatnya Ibuku

Ibu bisa mendengar kabar kerinduanku dengan sabar, dengan membesarkan langkah kakiku yang belajar menjelajah jauh, dan pasti kembali setelah lelah mengarungi perasaan yang asing.

Ibu bisa membisikkan doa dengan baik di antara suara-suara yang berisik mengusik perjalananku, sehingga doanya dipetik awan dan putik-putik hujan berjatuhan, memberi berkah pada langkah tujuanku.

Ibu bisa menemukan berbagai jawaban sebelum mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang sunyi percakapanku, seperti hidangan makan malam yang diam-diam disiapkannya sebelum perutku berbunyi.

(STAR 1006. Banda Aceh, 27072017, 22.51)

Ah, Alangkah

Alangkah betahnya kata-kata itu tinggal di rumahmu, bisa berteduh dari jenuh perasaan, dapat bersembunyi dari sunyi percakapan.

Kata-kata adalah puisi yang tiba-tiba menerangi, adalah sajak yang seketika mengajakku mengunjungi.

Ah, alangkah rindunya aku padamu.

(STAR 1005. Banda Aceh, 27072017, 22.07)

Selalu Ada Kita Pada Segalanya Cinta

Selalu ada gerimis dan hujan yang turun dari ketinggian
karena panggilan suara perempuan yang menangis perlahan-lahan
setelah ia terjatuh sesudah tangannya melepaskan tali-tali pengharapan
yang merapuh dari ikatan perasaannya

Awan bisa melekaskan kepergian hujan
supaya mendung segera berlalu
supaya langit kembali biru
dan hati perempuan tak berwarna kelabu

Selalu ada kata-kata yang kutuliskan tentang perempuan dan hujan
tentang persahabatan dan perasaan
karena segalanya bermula dari kita
yang kemudian menemukan warna yang berbeda pada cinta.

(STAR 1004. Banda Aceh, 14072017, 19.03)

Apakah Ada Rindu Di Ujung Jemariku Ketika Namamu Kuukir Di Salju?

Dan hatiku berdesir ketika kamu menulis namaku
di pasir pantai yang landai
sebelum riak ombak yang terburu-buru sampai
yang cemburu mengikis huruf-hurufnya satu persatu.

Barangkali aku akan tetap mencintaimu meskipun
cinta itu terusir dari perasaan
menuju tepi
tempat tergelincirnya sepi dan
aku akan terjatuh sekali lagi
seorang diri

di kedalaman diri akan kutemukan kebahagiaan kata yang menyembunyikan kita
sebagai rangkaian nama yang memberi arti
bagi pertemuan dan perpisahan pada suatu puisi.

Kita akan merayakan kehilangan-kehilangan dengan saling mengenang
hal-hal asing yang paling kekal
di perasaan; seperti rindu itu atau cinta ini…….

(STAR 1003. Banda Aceh, 11072017, 23.49)

Aku Merindukanmu Dari Ketinggian Kenangan

sabuk pengaman telah terlepas
aku duduk di kursi dua-delapan A
di dekat jendela
sebagai batas udara bebas dan yang kuhirup dengan cemas.

selalu ada batas yang memisahkan
supaya tercipta
pertemuan lewat udara
lewat suara yang melipat jarak
menjadi dekat
supaya rindu bisa menderu
supaya kita bisa menyatu
pada suatu ketinggian tertentu.

(STAR 1002. Jakarta – Banda Aceh, 08072017, 14.00)

Aku Mencintaimu dari Ketinggian Perasaan

:my future princess

pada suatu ketinggian
di Bongkahan awan yang bermandikan kilauan cahaya
aku tidak melihat keberadaan putri dari kahyangan
karena dalam pandangan mataku hanya ada bayangan kamu

(STAR 1001, Jakarta-Pekan Baru, 02072017, 15.07)

Seribu Puisi

setelah seribu puisi
masih adakah kata-kata yang berisi
atau yang menyimpan kekosongan diri?

setelah seribu puisi
ada seribu satu puisi
dan angka-angka berikutnya berlanjut
selama rahasia kata-kata penyair masih berdenyut

setelah seribu puisi
semoga mata kita dan mata kata dipertemukan kembali
oleh takdir penyair ini.

(STAR 1000, HOME, 27062017, 00.14)

Malam Lebaran

Kau nyalakan petasan sebagai hiburan
setahun sekali
dalam malam yang ramai dengan letupan perasaan
yang berlibur dari sepi

Kau meminta tanganku untuk menyalakan sebatang kembang api
setelah gagal membakar kenangan pada pesan ucapan lebaran dari mantan hati

Dan hatiku mengerti, tanganku memberi api
Kemudian kau bertepuk tangan
dengan kegembiraan yang kekanak-kanakan
sambil tersenyum menerangi
perasaan yang kusembunyikan
di hati

(STAR 999, HOME, 25062017, 22.35)

Menepis Gerimis Dengan Kenangan (3)

apakah perbedaan antara kehilangan dan kenangan?
mata Dia membaca guratan peristiwa pada suatu waktu;
gedung-gedung menjulang tinggi
burung-burung terbang pergi
tak pernah singgah di sini
hinggap di jemari pohon hutan yang sedang memohon pada ketinggian kota buatan
agar mengembalikan sarang-sarang pada temannya yang ditebang
supaya ada rumah singgah untuk mereka yang berpetualang menjelajah angkasa
tanpa pernah meminta-minta pada manusia kota.
ditebang, terbanglah!
jangan biarkan kenangan pada sebuah rumah menghilang,
kenangan dibawa pergi dalam ingatan.
kehilangan bisa diganti dalam perjalanan.

apakah persamaan antara Perempuan dan hujan?
Perempuan ingin ada tangan ketiga yang memegang payung di sampingnya
karena kedua tangannya sudah penuh dengan muatan perasaan
Perempuan tak ingin sendirian dan
hujan juga tak ingin sendirian.

(STAR 998, HOME, 19062017, 22.16)

Menepis Gerimis Dengan Kenangan (2)

Perempuan dan Dia suka hujan meskipun belum pernah berjalan bersama-sama di hari hujan.
mereka juga enggan mengungkapkan perasaan berlebihan pada hujan.
mereka cinta pada hujan dengan masing-masing pemahaman pada waktu tertentu.

cinta tumbuh sebelum dan sesudah hujan, antara mulai dan jeda rinai
hujan yang ramai-ramai menyiram seperdu bunga kenangan
pada kepala dia yang putih warnanya
karena ingatan ingin kembali bersih
ingin menjadi suci
ingin lupa kalau pernah merindukan Perempuan yang rambutnya hitam legam.

pemahaman Perempuan pada cinta lebih sederhana dari pertanyaan: apakah kamu bisa mencintai hujan yang selalu sama?

Dia selalu berkata tentang perasaan
tentang cinta yang katanya adalah persahabatan
antara dua hal asing yang saling kenal.

Dia dan Perempuan akan segera menemukan cinta pada hujan. Kapan?

(STAR 997, HOME, 19062017, 18.24)

Kepada Mata yang Menerima Cahaya Pertama dari Matamu

:my future princess

Kepada mata siapa
Langit senja berkaca
Dengan warna jingganya?

Mata yang pernah terluka, salah meraba perasaan?
Mata yang telah berduka, gelisah membaca kenyataan?

Mata yang sudah lama menerima cahaya,
Alangkah megahnya penerimaan yang diteruskan dengan pemahaman yang benar pada sekitarnya
bahwa suatu penglihatan pada keindahan semesta tak pernah sia-sia, selalu menjadi pesona ingatan
Selama-lamanya.

(STAR 996, HOME, 19062017, 13.31)