Link

Mati

kita pasti kembali pada hening masing-masing.

(STAR 973. Banda Aceh, 27082016, 18.34)

Advertisements
Link

26

/1/ Aku rindu pada senja kota Ankara
yang mengajak kata-kata dan kedua mataku
/2/untuk bersajak
/3/tentang kita
/4/yang terpisah karena sebuah jarak
/5/yang berpisah karena waktu yang bergerak ke arah sebuah masa.

***

/6/Kita adalah sepasang kata yang sedang menemukan jutaan makna bagi diri sendiri
/7/sehingga lupa berbagi sedikit kebahagiaan untuk sebuah perasaan
/8/yang berkeliaran di hati.

***

/9/Cerita cinta bukanlah sebuah kisah penaklukan
/10/meskipun ada yang merasa kalah lalu menyerah pada kenyataan,
/11/Cerita cinta bukanlah sebuah kisah penaklukan
/12/meskipun ada yang menang lalu berkuasa di takhta perasaan,

/13/Cerita cinta adalah sebuah kisah penerimaan
/14/bahwa perbedaan antara kita bukan dua kata yang saling menyalahkan,
/15/Cerita cinta adalah sebuah kisah pemahaman
/16/bahwa persamaan antara kita bukan satu kata yang saling membenarkan.

***

/17/Sejumlah kata telah menyihir mata penyair
/18/sehingga ia terpaksa menemukan takdir pada sebuah syair
/19/yang bersajak tentang gadis-gadis rembulan,
/20/tentang tangisan awan,
/21/tentang manis kenangan,

/22/Tetapi aku akan menemukan takdir seperti itu
/23/di air matamu yang haru dan biru karena rindu
/24/kepadaku.

***

/25/Selamat berulang tahun, penyair muda!
/26/Meskipun tanpa ucapan apa-apa, selalu ada kecupan pada bibir kata.

(STAR 972. Banda Aceh, 20082016, 20.08)

Audio

Cinta Kita

:my future princess

cinta adalah sebuah kata
yang cukup dan sederhana di dunia
untuk memberi sejuta makna dan rasa pada kita.

(STAR 971. Banda Aceh, 13082016, 19.11)

Mari Bersajak

Mari menembak
Burung-burung yang hinggap di sajak murung ini,
Jangan biarkan mereka mematahkan reranting kata yang kering.

Burung gagak itu
Mengoyak-ngoyak sepimu

Langit yang mendung itu
Mengandung benih-benih hujan rindumu.

Mari menombak kata-kata asing
Dengan ujung mata yang terpicing runcing
yang sangat tajam membaca kehidupan silam
yang teramat kejam membuka kenangan kelam.

Keasingan itu
adalah sebuah kata juga
yang menjauh dari kata-kata lain
sebab lebih memilih makna sendiri.

Mari bersajak tentang rembulan dan kerinduan, tentang anggur dan gugurnya dedaunan,
Karena cinta adalah keindahan yang menggapai ketinggian
Karena kita adalah orang-orang biasa yang terbiasa mabuk karena cinta.

(STAR 970. Banda Aceh, 08082016, 18.33)

Kata-Kata Telah Lupa Kalau Ada Cinta di Tengahnya yang Serupa Kita

/A/
Sebenarnya kita tak punya apa-apa
Selain beberapa patah kata dan sebuah lupa.

/K/
Tapi aku punya cinta!

/A/
Cinta adalah sebuah kata. Sebuah kata yang tak cukup. Tak cukup mengecup wajah kenyataan.

/K/
Iya,
Cinta adalah sebuah kata. Sebuah kata yang lebih. Yang lebih memilih aku dari kamu.

(STAR 969. Banda Aceh, 07082016, 18.43)

Cahaya Jatuh Cinta pada Kegelapan Matamu

Yang datang menghalang pandangan matamu adalah sebuah petang yang hilang dari wajah langit kotaku.
Malam yang bertambah kelam bertambah kejam setelah
membuka pintu mata untuk kegelapan
dan kenangan.

Matamu memang tak sepenuhnya bercahaya, ada separuh kenangan masa silam yang bermalam ketika pejam tiba
Sehingga perasaanmu meraba-raba apa yang tersisa
dari melankolisnya kata-kata, dari manisnya cinta.

(STAR 968. Banda Aceh, 06082016, 19.48)

Rindu Itu

Tak usah pedulikan kerinduanku,
Rindu hanyalah serumpun perdu yang tumbuh liar di dadaku,
Tetapi setelah sentuhan tanganmu
menjadi ladang ilalang yang membiakkan ragu

Tak usah pedulikan kerinduanku,
Rindu adalah sebuah kata tanpa huruf a; seperti nama kamu
Tetapi ditakdirkan berakhir dengan huruf u seperti a-k-u

Tak usah pedulikan kerinduanku,
Rindu telah merekah indah sebagai bunga kamboja
Di kota kelahiran kita
Di pinggiran kuburan tua,
Tetapi kamu tidak pernah berziarah ke sana.

(STAR 967. Banda Aceh, 04082016, 14.23)

Akhirnya

Kita bertemu di ruang yang disediakan waktu.

Tak ada getaran pada kata
Tak ada kegusaran pada mata
Tak ada debaran pada dada

Yang ada hanya jeda kerinduan di perasaan kita.

Dan aku tahu seperti dulu;
Cinta akan mekar di tempat lain.

(STAR 966. HOME, 14072016, 13.36)

Sejak Aku Bertanam Bunga, Sajakku Bersulam Kata-Kata yang Beraroma Cinta

Bertangkai-tangkai bunga kusiapkan
untuk memekarkan perasaanku di hadapanmu, untuk menyebarkan aroma cinta yang bertahun-tahun kusimpan.

Sebagai perumpamaan;
/1/
Jauh sebelum angin berderai dan
melambaikan tangan pepohonan,
rambutmu telah tergerai indah
bagai dedaunan pohon willow yang menjuntai ke bawah, mengintai kesuburan tanah.

/2/
Maka aku tak ingin menjadi musim yang singgah sebentar, yang mudah berubah,
Aku akan menjadi unsur hara yang menumbuhkan, meskipun berdiam dalam tanah tanpa sempat melihat pucuk-pucukmu yang berbunga.

Tanpa memakai perumpamaan, aku mencintai kamu dengan bertangkai-tangkai bunga krisan kuning yang sejak dulu kutanam dalam ladang sajakku.

(STAR 965. HOME, 28062016, 16.30)

Aku Akan Menemukan Cinta yang Kamu Sembunyikan dalam Mata Kata

:my future princess

/1/
Aku akan menemukan kata-kata yang kamu sembunyikan sebagai kesedihan tak bersuara, yang bisu tapi menyeru rindu, yang hening tapi melengkingkan sesuatu yang berisik yang dulu suka mengusik tidurku.

Aku akan menemukan mereka setelah menjelajah sebuah rimba purba di tengah hatimu yang dihuni makhluk-makhluk yang berevolusi dari sunyi.

/2/
Aku akan membalikkan huruf huruf yang cembung biar jadi cekung agar bisa menampung curahan perasaan yang akan dipuisikan oleh takdir penyair.

Aku akan menuliskan sajak-sajak untuk mengajak matamu membaca kesedihan mataku yang dibanjiri bangkai kenangan.

/3/
Aku akan membebaskan kenangan pahit yang kamu kurung dalam sempit pemahaman, terbanglah ke ruang angkasa.

Kamu akan menemukan kebebasan dalam keluasan pikiran.

/4/
Aku akan menemukan kata-kata yang kamu simpan sebagai kenangan dan harapan.

Tapi aku tidak akan menyentuh kenangan karena sepenuhnya milikmu, aku hanya akan merengkuh harapan-harapan agar seutuhnya terjaga dan menyentuh kenyataan kita.

/5/
Aku akan menemukan alasan untuk bersedih hari ini
Meskipun wajah awan kelihatan masih putih bersih.

Tidak apa-apa jika hujan turun agar ia menghapus alasanku untuk bersedih hari ini.

/6/
Aku akan menemukan nada-nada yang kamu nyanyikan sebagai lagu kerinduan kepada seseorang.

Tidak apa-apa. Aku akan mendengarnya lagi agar dalam pikiran terhapus sebuah jalan yang akan menembus kesepian.

/7/
Kita akan menemukan cinta yang kelihatan sederhana tapi sangat susah diterjemahkan;
Cinta berparas kaca yang memantulkan keindahan seberkas cahaya dari kejauhan jarak.

Dan matamu menjadi cermin yang memantulkan kesunyian, yang menimbulkan kerinduanku pada suara-suara.

/8/
Aku mencintai pelarian angin dalam badai yang melerai percakapan bisunya dengan layar perahu nelayan yang kecapaian dihembus nafas kemelaratan kehidupan.

Biarkan angin seperti itu berbisik di telingamu,
Biarkan angin menyampaikan suara gemerisik dedaunan sebelum berguguran di hutan-hutan,
Biarkan angin bersuara tentang bunga cinta yang mudah merekah, tentang perdu rindu yang merambat cepat di dadaku.

/9/
Aku mencintaimu.

(STAR 964. HOME, 25062016, 14.35)

Gallery

Mungkin, tetapi Barangkali

Mungkin ada sejumlah kata yang bisa memekarkan bunga makna yang indah dan cerah di perayaan hari lahirmu
Tetapi barangkali sudah ditakdirkan dari dulu
di tanah lain yang jauh dariku
telah tumbuh pepohonan berbunga yang menunggu kedatanganmu.

Jangan berjalan bersama ketidakpastian cinta
Mungkin kau akan tersesat sendirian dan disengat kesepian, karena
perasaan yang sesaat memabukkan pikiran tak akan menunjukkan arah masa depan, tetapi barangkali ada
seseorang yang menyalakan cahaya terang benderang demi menerangi jalan kehidupanmu, itulah cahaya dari kepastian cinta.

(STAR 963. Tangerang Selatan, 21042016, 19.42)

Memahami Kedalaman Diri

Kata-kata telah memerdekakan aku dari penghambaan sia-sia
dari menyembahmu, merendah pada cinta setengah dewa yang diagungkan di panggung fatamorgana.

Cinta itu bukan kecantikan paras senja yang lekas sirna,
Cinta adalah kelapangan langit yang meluaskan kesempitan pemahaman dan perasaan.

Kata-kata mengajakku bersajak tentang langit matamu yang biru menyembunyikan awan kelabu,
tentang laut perasaanmu yang bergelombang
dan tentang air perasaanmu yang pasang surut, berkemelut dihadang karang,

Tetapi aku tolak ajakan kata-kata itu
Karena aku sedang mendalami pemahaman cinta di samudra waktu,
jadi jangan ganggu aku!!!

(STAR 962. Tangerang Selatan, 19042016, 08.27)

Akan Kuberikan Cinta Sebagai Pelengkap Mata Seperti Senja yang Terperangkap Dalam Lanskap Kota Tua Sehingga Kamu Bisa Menatap Keindahan yang Dibalut Duka Dalam Semburat Jingga

:my future princess

Puisi yang berisi akan merunduk malu di depan matamu
Sebab kata-kata ditaklukkan dengan lirikan manja

Sungguh aku kehilangan kata untuk memeluk perasaan yang berkeliaran dalam sepasang mata yang menunduk malu di depanmu karena Waktu telah mengutukku menjadi batu

Maka sihirlah aku dengan matamu
biar aku menjadi batu yang mengalirkan air kata
Yang memulihkan dahaga rindumu
Yang menjernihkan rahasia cintamu

(STAR 961. Tangerang Selatan, 15042016, 19.28)

Hanya Penyair yang Bersungguh-sungguh Memikirkan Nasib Kenangan; Dituliskan atau Dilupakan

Sejak aku berhenti berpuisi; tidak lagi mengajak matamu membaca sajak-sajak yang mengulang kata-kata sama dan selalu menyeru rindu lama,
Aku berhasil melupakan secuil kenangan yang sekarang menjadi muskil dituliskan sebagai cinta,

Cinta itu harus berhenti seperti arus air sungai yang sedang bertemu suatu pantai; dari muara landai sampai ke tengah samudra yang tenang sehingga ia bisa memahami kedalaman diri.

Jangan khawatir
Penyair tidak ditakdirkan sendirian,
Ada banyak kata bersamanya yang bisa bercakap dengan semesta
Yang bisa menangkap rahasia di mata
Dan dia juga bisa mengucap cinta tanpa kata-kata……

(STAR 960. Tangerang Selatan, 05042016, 15.46)

Rembulan Kabur dari Pandanganku Dikarenakan Kedatanganmu

/1/
Rembulan mengabur dari ingatan
Karena namamu dilunturkan waktu dan
Rindu terkubur dalam kenangan.

/2/
Rembulan menabur kenangan ke dalam mata yang memandang kejauhan
Dengan sebuah kerinduan yang sendirian
Yang dirahasiakan dari keramaian.

/3/
Rembulan membentur dinding kesunyianku
Karena kamu sering menyembunyikan suara-suara yang berkata rindu.

/4/
Rembulan tertidur dalam pangkuan ibu
Karena suara malam terdengar merdu
Ketika kamu menyanyikan lagu rindu.

/5/
Rembulan menyadur bahasa kata
penyair tua yang terlanjur mengatakan cintaku kepada
sepasang mata jelita yang malu-malu berbicara.

(STAR 959. Tangerang Selatan, 29032016, 21.38)

Maka Kualirkan Saja Kata-Kata itu Biar Ladang Sajakku tak Kering, Agar Mereka Bisa Menumbuhkan Benih-Benih Rindu Dan Matamu Akan Memanen Kesedihannya yang Matang Menguning

Adalah rindu
Yang singgah di mataku
Ketika aku terpisah darimu, ibu….

Andai jarak dapat kulipat
Akan kubuat perahu dari kertas sajak yang berserakan di lantai
Dan akan aku arungi lautan waktu
Untuk berlabuh di dermaga matamu, ibu….

(STAR 958. Tangerang Selatan, 10032016, 14.07)

Mudah-mudahan Allah Memberi Kalian Keberkahan dan Melimpahkan atas Kalian Keberkahan, Ran

Jika ada kata-kata yang bisa memekarkan makna seperti bunga seulanga berwarna cerah dan indah, akan kukirim setangkainya ke hadapan matamu yang terang bercahaya karena ada suatu perayaan di sana, dan aku ingin mengucapkan “barakallahu lakum wa baraka alaikum” kepada kalian berdua dengan kata-kata seperti itu
dari kejauhan jarak dan kedekatan sajak……

(STAR 957. Tangerang Selatan, 05032016, 16.42)

Seperti Biasanya

Seperti biasanya
Aku ingin bercerita kepada matamu
Tentang sebuah siang yang begitu terang
Dan rinduku hilang dalam bayangnya,
apakah rinduku telah singgah di dalam matamu yang teduh?

Angin yang berhembus dari kotamu bercengkrama dengan telinga kananku,
Telinga kiri pura-pura tidak mendengar
Dan membiarkan aku kebingungan
dalam memahami kabar yang disampaikannya setengah-setengah,
Adakah sebuah kepastian yang seutuhnya tersampaikan?

Seperti biasanya
Kata-kata mencariku di matamu
Tapi tak ditemukannya aku di sana,
Bagaimanakah cara kamu menyembunyikan cinta?

(STAR 956. Tangerang Selatan, 29022016, 18.28)

Ada Cahaya yang Berlayar dalam Binar Matamu Ketika Membaca Kata-Kata Seperti Ini

Kepada hujan yang mengaburkan pandangan kaca;
aku adalah sepasang mata lain yang mengagumi air matamu,
bukan kesedihan yang membasuh tubuhku, tetapi kerinduan pada keluasan langit yang menerima curahan perasaanku.

Kepada hujan yang mengaburkan pandangan kaca;
kenapa kabur dari langit yang dirindukan mataku dan bersedia menguburkan diri dalam bumi ini?

Ketahuilah;
Langit itu biru
Bumi ini adalah merah; bukan hijau pepohonan yang ditebang, tetapi darah yang tumpah.

***

Ada awan yang mengabarkan kejatuhan hujan
secara perlahan-lahan atau terburu-buru
Dan selalu ada kata-kata yang berkata rindu
Seperti itu.

***

Ingatan hanya menguburkan kenangan untuk sementara, waktu selalu punya cara dan saat tepat untuk menggali luka yang terbaring di samping kenangan.

***

Ingatan akan memekarkan bunga mimpi hanya di malam hari
sehingga kita tidak bisa melupakan kisah bersejarah yang bermunculan di halaman buku diari; cinta yang tak mau mati
meskipun tadi siang pisau kata menikamnya berkali-kali,
dan kisah seseorang yang tak lelah berziarah ke kuburan mantan yang jasadnya telah dicuri dan bersemayam di lain hati.

***

(STAR 955. Tangerang Selatan, 07022016, 11.06)

Langit yang Mendung dan Payung yang Membendung Hujan

Dan aku berjalan bersama payung di hari hujan
Sedangkan langit yang mendung menaungi kegelapan.

Ah….. setidaknya aku tak sendirian
Ada payung setia di tangan,
bersedia meneduhkan perjalanan.

(STAR 954. Tangerang Selatan, 11012016, 20.32)