Hidangan Senja

:Ikamaters Ankara

pada ingatan masing-masing
kita saling simpan lekat-lekat
kebersamaan terhangat,
jabat paling erat,
sangat dekat kita bertukar kabar,
berkelakar tanpa gusar

bersama hidangan senja ini ada kenangan lama tersaji

kisah duka yang tumpah bukan lagi luka sendiri, bukan sayatan rindu pada sebuah nama

seperih apapun kata-kata dikenang,
dengan tawa panjang
kita bagi sama rata,

dengan letih masing-masing kita datang,
kita bagi sama rata,
kita pulang dengan saling berkata girang.

(STAR 811. Yasir Evi, 28122013, 23.41)

Advertisements

Luka Lama

bagaimana cara bertaruh luka jika kita lupa pada rasa sakit yang sebenarnya masih tersisa dalam ingatan lama?

***

kita selalu mengenang banyak hal yang usang, yang terlupakan sebelum benar-benar matang, sebelum ia berbuah sebagai manis kenangan.

***

semua luka bisa disembuhkan. begitu juga dengan ingatan!

(SeuLanga 49. Yasir Evi, 16062013, 19.27)

Pintu Tertutup

adalah rindu, sisa kemarin sore. yang bertahan di luar ruangan. yang kau abaikan semalaman. kau enggan membuka pintu baginya. sebab kau takut ia akan membuka pintu lainnya dari hatimu yang terluka.

(SeuLanga 48. Yasir Evi, 16062013, 18.40)

Yang Tenggelam dalam Keterasingan

kata-kata rebah
di ujung daun basah.

kerinduan terperangkap dalam kata
kita percaya.

(STAR 753. Yasir Evi, 12062013, 23.40)

Yang Pasti

kepastian tak pernah singgah
di dedahan keraguan

kita telah pasrah
bertahan
tanpa lagi bertanya-tanya perihal kematian
yang mengintip dari celah dedaunan waktu.

(STAR 752. Yasir Evi, 12062013, 23.19)

DaMar 22

ia yang bisa mengajarimu bersabar menanti reda

ia yang bisa memberimu kejutan yang berlebihan

ia yang bisa menyentuh hatimu dari ujung jemarimu

ia yang bisa mengalirkan kesedihan dari kedua matamu

ia yang bisa memperdengarkanmu suara keindahaan yang berbeda-beda

ia yang bisa menyapamu dengan bahasa kerinduan yang nyata

ia yang bisa mengecup rata berbagai kecemasan pada sekujur tubuhmu

ia yang bisa mengajakmu berteduh pada keramaian yang menyesakkan

ia yang bisa menjaga rahasiamu dari tatapan matahari yang tak berhenti memelototi

ia yang bisa memberitahumu bahwa pelarian tanpa tujuan adalah sia-sia

ia adalah hujan
yang tadi sore kita bicarakan.

(STAR 751. Yasir Evi, 11062013, 00.21)

Pertanda

Perempuan, aku baca diammu sebagai air tenang yang seperti berhenti mengalir di tengah samudra luas; menggoda kedua tangan dan kakiku untuk menyentuhnya lalu menyibakkan riak-riak kecil di permukaan birunya, tetapi kau tak akan pernah puas sebelum aku menyelam dalam kedalamannya meskipun kau tahu aku akan tenggelam.

Perempuan, kenapa kau terdiam? laut dan langit juga bersepakat membisu. menjaga rahasiamu. padahal aku sudah berteriak dan tenggelam berkali-kali.

(STAR 745 . Yasir Evi, 27052013 , 20.55)

Keramaian yang Menepi Bersama Kepergianmu

ada yang hilang
dalam suatu keremangan
yang entah tak jelas batas antara putih dan hitamnya.

adakah kau bersembunyi
sendiri
di sudut paling sunyi?

aku tak bisa menemukan bayangmu
di antara kata-kata yang berlalu lalang di jalan puisi.

(STAR 744 . Yasir Evi, 26052013 , 23.58)

Kematian yang Akrab

sebelum maut berpaut pada kemelut berkepanjangan
kita harus segera hidup sehidup-hidupnya dalam kehidupan
yang singkat memikat, jangan
sampai tertawan
pada usia yang menawan.

(STAR 743. Yasir Evi, 26052013, 23.58)

Gelisah yang Basah

aku pernah berkata:
”ketika kehilangan kata,
carilah jejak-jejak yang ditinggalkannya sepanjang jalan cerita kita.”

tapi hujan sore tadi telah menghapusnya!

sehingga aku tersesat dalam kerinduan yang sesaat, sia-sia!

(STAR 742. Yasir Evi, 25052013, 23.57)

Kehilangan Makna atau Makna Kehilangan

:SeuLanga

sia-sia
kita memetik gelisah kata.

(STAR 741. Yasir Evi, 24052013, 19.42)

Kepercayaan

kepada: kepastian yang berjuang
sendirian menghadang
kecemasan yang tak ragu menyerang
seperti regu pasukan perang.

”serang!
terjang!
aku akan sabar bertahan dan menunggu kabar kemenangan di garis belakang.”

(STAR 740. Yasir Evi, 24052013, 19.32)

DaMar 20

/1/
ingatan kita dibasahi hujan masa kecil yang belum reda sebelum jeda antar kenangan ada.

/2/
kita dengar suara rintik-rintik hujan
berjatuhan seperti bersahutan
dalam suatu percakapan
yang mesti dirahasiakan.

/3/
di genggam tanganmu, perahu kertas
ingin segera dilepas
untuk menyibak riak-riak kecil
yang dipermainkan hujan masa kecil.

/4/
pabila rindu meluap
dan kita banjir
perahu kertas itu akan kembali
ke tepian kenangan.

(STAR 735. Yasir Evi, 07052013, 17.20)

Sebuah Perjalanan di Bawah Langit tak Berwarna

/1/
mata malam masih mengintai langkahku yang tersesat di lorong-lorong gelap
meskipun aku telah bersembunyi dari sorotan cahaya rembulan yang begitu purnama.

/2/
kerlip gemintang seperti nyala lampu-lampu kota
di kejauhan yang mengingatkan langkah-langkah tersesat di malam buta
untuk segera merencanakan arah kepergian selanjutnya
sebelum semuanya menjadi sia-sia
ketika pagi tiba
dan menjamahnya dengan cahaya.

/3/
perjalanan di malam hari adalah bermimpi
tentang petualangan di bawah langit sendiri
yang tak berwarna sama sekali.

(STAR 731. Yasir Evi, 27042013, 07.28)

DaMar 18

kau bertanya
pada pagi yang hampir terjaga;
siapa yang bercahaya?

pagi yang lama terpejam dalam cahaya temaram
mengerjap-ngerjapkan matanya ke wajahmu yang telah memadamkan malam:

”kau kah yang bertanya
wahai yang paling bercahaya?”

*

meskipun kau dikepung awan mendung
pagi tetap mengenalmu sebagai matahari yang mengapung.

*

pagi tetap memajangmu
dan mengenangmu lewat bayang ilalang yang rebah ke arah barat
ketika ia mengiringimu perlahan-lahan ke tangkup hari,
sebelum ia jatuh tersungkur tanpa perlawanan; membiarkan kau pergi meninggi.

*

pagi tak benar-benar melupakanmu, Matahari,
meskipun ia telah kehilangan namanya sendiri.

(STAR 726. Yasir Evi, 23042013, 00.26)

Tunggu Sebentar

‘tunggu sebentar”. katamu.

derit pintu menjerit perlahan. langkah kakimu pelan. memperdengarkan suara yang samar-samar di kejauhan.

aku semakin tak sabar. menunggu.

dadaku berdebar-debar di kamar. debur yang tak menentu.

pintu kembali menjerit. meskipun jemarimu mendorongnya dengan anggun. tanpa pemaksaan.

sebilah pisau dapur menyeringai di tangan kananmu. kilatan matanya sangat tajam dan menyilaukan.

”tunggu sebentar”. kataku.

”puisi tadi belum jadi”. tanganku gemetar.

”ini pisau untuk menulis kembali puisi abadi; puisi hanya punya kita. berdua saja.”

pintu tertutup, tak jadi menjerit lagi.

(STAR 724. Yasir Evi, 18042013, 23.38)

Aside

Sajak pada Suatu Malam, Menjelang Gerimis Reda, Sebelum Sepi Kembali Merajam

/1/
nyala lampu
jadi binar matamu
yang nyalang separuh cahaya itu.

/2/
dinding putih membisu
setelah menangkap segala rayu
dari tatap sayu matamu.

/3/
kaca jendela mengaburkan sinar rembulan;
wajah purnama pucat sempurna setelah kehilangan sebuah senyuman.

/4/
kata-kata berserakan seperti ornamen lampu masa lalu
yang jatuh dan mengaduh di lantai bisu
setelah dipadamkan angin peradaban itu.

/5/
kisah lalu adalah sebatang korek api
yang nekat membakar diri
demi sebuah nyala yang sebentar.

(STAR 723. Yasir Evi, 18042013, 22.45)

Kaulah Pagi Itu, Sayangku

:my future princess

aku ingin jadi Matahari
yang tak ingkar janji
padamu, Pagi;

matahari yang membangunkan pagi
dengan sentuhan cahaya pertamanya,

pagi yang menuntun matahari perlahan-lahan ke tangkup hari.

(STAR 722. Yasir Evi, 11042013, 19.18)

Setangkai Pemahaman

:Ceudah Keumala

jangan tertawan
pada usia kekagumanmu yang singkat itu; sajak-sajakku ini tak benar-benar menawan
seperti anggur yang dituang ke gelas perawan
sebagai pemanis rayuan.

kata-kata itu
hanya terpetik dari tangkai pemahaman yang berjuntai di ketinggian
pohon pengalaman;
kata-kata itu buah ranum yang diperam cuaca sepanjang musim yang memendam.

dan aku bukan pekebun itu;
yang menanam kata demi kata dari sebiji huruf kecil bermakna,
yang sabar membaca bibir cuaca,
yang mau bersahabat dengan musim apa saja.

aku adalah pemanen kata yang sungguh tak lihai;
yang sering memetik kematangan dan kekosongan makna berulang kali…….

(STAR 720. Yasir Evi, 07042013, 02.26)

Seutas Tali

:my future princess

kita hanyalah seutas tali yang barangkali belum tuntas mengikat simpul janji.

tetapi kita harus menyambung kerapuhan menjadi ikatan harapan yang saling menguatkan. agar ada yang bisa kita ulurkan ketika kesetiaan mulai berjatuhan.

(STAR 719. Yasir Evi, 04042013, 18.49)