Sajak yang Merentang Jarak

Ran, sejak kapan kerinduan tumbuh di antara dua jarak yang terbentang jauh?

Ran, kita gali lagi kata-kata yang tertimbun di kurun waktu sebagai harta karun yang bisa berkilau hingga ke masa lampau dan di masa depan kata-kata itu akan menerangi jalan puisi ini

Ran, sejak kapan kerinduan ada di sajak yang merentang jarak terjauh?

(STAR 893. Wisma KBRI, 17082014, 16.44)

Advertisements

Di Ujung Lamun

pagi tertegun
melihat embun
yang mengajaknya melamun
sejenak tentang daun
yang setia menuntun tubuh rapuhnya
supaya terjatuh perlahan-lahan ke tanah basah yang tertimbun cahaya

(STAR 892. Wisma KBRI, 17082014, 15.44)

DaMar 34

Akhirnya kita bersua
setelah lama kata-kata mencari kita
(atau kita kah yang mencari-cari kata?)

Senyap di mata kita tertangkap mata kata
yang tak mengerjap ketika matamu menatapnya lama
dan ketika di mataku sunyi bersembunyi dari perangkap suara

(STAR 891. Wisma KBRI, 17082014, 15.00)

Penantian Hati

hatiku seperti karang angkuh
yang menunggu ditaklukkan
yang juga menyepi sendiri
sebelum ombak rindumu berdebur di tepian hati.

(STAR 638. Wisma KBRI, 21102012, 19.49)

Keutuhan Kita

: my future princess

/1/
aku dan kamu adalah keutuhan
yang saling menyatukan
berbagai serpihan rasa
di hati sebagai satu cinta

/2/
ketika kau terhanyut dalam kesedihan
aku akan setia
menadah rindu dari tetesan air matamu
satu persatu…..

/3/
kita tetap menyatu
meskipun jarak dan waktu
terbentang seperti memisahkan

sebab kita bukan dua garis rel di stasiun itu
yang bersama tapi tak pernah bertemu.

(STAR 583, Wisma KBRI, 11082012, 19.58)

Bait-Bait Cinta

: my future princess

kata-kataku terlalu sesak
dan saling berhimpitan ketika
berbaris dalam bait-bait sajak yang
mempuisikan kamu, sayangku.

sebab kata-kataku selalu memadatkan makna
ketika ingin mengungkapkan rasa cinta
padamu
agar sederhana dan bersahaja.

(STAR 575, Wisma KBRI – Subayevleri, 28072012, 23.50)

Binar Jauh

telah kubiarkan
segala keresahan menggumpal
di balik awan malam ini
yang menyembunyikan rembulan
dari mata lelahku.

tak dibiarkan mataku
mencuri cahayanya meskipun
telah lama ku menerawang sejauh
kerdip gemintang yang merayu binarku.

(STAR 574, Wisma KBRI – Subayevleri, 28072012, 23.29)

Puing-Puing Ingatan

: Dek Jan

telah kuduga sebelumnya
kalau rindu yang menahun seperti ini
mampu menyeret bayangmu
serta memekarkan bunga mimpiku.

aku masih mengingat
meskipun reruntuhan mimpi tadi pagi
menjadi puing-puing ingatan
yang sekejap mengubur kebersamaan kita…….

(STAR 573, Wisma KBRI, 28072012, 21.45)