Sebuah Penyambutan Setelah Empat Tahun Keberangkatan

/1/
cuaca yang mendadak tak bersahabat bagi tubuh yang telah renta dalam rindu tua.

/2/
angin yang keriput; hanya hinggap di reranting rapuh, tak mau memeluk gerah yang terlanjur gelisah pada sekujur tubuh.

/3/
jalan yang tak berhenti menyanyikan lagu kebisingan yang meredam laju keinginan. berhenti di sini saja. aku ingin menjadi puisi yang terpisah dari keterasingan. setidaknya di sini, ada matahari di setiap sisi.

/4/
penyambutan seperti ini sangat berlebihan. menguras rinduku menjadi kucuran keringat yang menyengat perjalanan. padahal aku harus melabuhkan kerinduan ini di dermaga Ibu yang masih jauh.

(STAR 754. Medan, 25062013, 13.56)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s